Syarah al-Hikam
Senarai bab
- Kata Pengantar
- Mukadimah
- 1: Perbuatan Zahir dan Suasana Hati
- 2: Ahli Asbab dan Ahli Tajrid
- 3: Keteguhan Benteng Takdir
- 4: Allah s.w.t Mengatur Segala Urusan
- 5: Mata Hati yang Buta
- 6: Pengertian Doa
- 7: Pengertian Janji Allah s.w.t
- 8: Jalan Memperolehi Makrifat
- 9: Ahwal Menentukan Amal
- 10: Ikhlas adalah Roh Ibadat
- 11: Tiada Kesempurnaan tanpa Ikhlas
- 12: Uzlah adalah Pintu Tafakur
- 13: Hijab yang Halang Perjalanan
- 14: Allah s.w.t yang Menzahirkan Alam
- 15–24: Allah s.w.t dan Makhluk
- 25: Sikap Orang Bodoh
- 26: Menunda Amal Tanda Kebodohan
- 27: Berpegang kepada Makam
- 28: Pembimbing Jalan Hakiki
- 29: Permintaan dan Kedudukan
- 30: Qadar yang Lebih Halus
- 31: Peluang Mendekati Allah s.w.t
- 32: Sifat Kehidupan Duniawi
- 33: Sandarkan Niat kepada Allah s.w.t
- 34 & 35: Permulaan dan Kesudahan
- 36: Batiniah Mempengaruhi Lahiriah
- 37: Pandangan Hati dan Akal
- 38: Sebarkan Kebaikan Mengikut Kemampuan
- 39: Nur-nur Kurniaan Allah s.w.t
- 40: Hijab Menutup Diri dan Alam Ghaib
- 41: Diri yang Terhijab, Allah s.w.t Tidak Dihijab
- 42: Sifat yang Menyalahi Ubudiyah
- 43 & 44: Reda atau Tidak kepada Nafsu Punca Maksiat atau Taat
- 45: Makrifat Hati Terhadap Allah s.w.t
- 46: Allah Maha Esa, Sedia dan Kekal
- 47: Al-karim, Tumpuan Segala Hajat
- 48: Hajat Daripada Allah S.w.t, Hanya Dia Dapat Melaksanakannya
- 49: Baik Sangka Terhadap Allah s.w.t
- 50: Kesan Daripada Buta Mata Hati
- 51: Keluar Daripada Alam kepada Pencipta Alam
- 52: Sucikan Maksud dan Tujuan
- 53 & 54: Waspada Memilih Sahabat
- 55: Zahid dan Raghib
- 56: Amal, Ahwal dan Makam
- 57: Peranan Zikir
- 58: Tanda Matinya Hati
- 59 & 60: Dosa dan Baik Sangka
- 61: Amal yang Bernilai pada Sisi Allah s.w.t
- 62–64: Wirid dan Warid
- 65–67: Nur, Mata Hati dan Hati
- 68 & 69: Ketaatan adalah Kurniaan Allah s.w.t
- 70–72: Tamak Melahirkan Kehinaan
- 73: Nikmat dan Bala adalah Jalan Mendekati Allah s.w.t
- 74: Syukur Mengikat Nikmat
- 75: Kurniaan yang Menjadi Istidraj
- 76: Murid yang Terpedaya
- 77: Jangan Meremehkan Wirid yang Lambat Kedatangan Warid
- 78: Kurniaan Allah s.w.t yang Menetap pada Hamba-Nya
- 79: Warid Terjadi Secara Tiba-tiba
- 80: Tanda Kejahilan Ahli Hakikat
- 81: Akhirat Tempat Pembalasan bagi Hamba-hamba yang Mukmin
- 82: Tanda Diterima Amal
- 83: Kedudukan Hamba di Sisi Allah s.w.t
- 84: Nikmat Lahir dan Batin
- 85: Sebaik-baik Permintaan
- 86: Tipu Daya Terhadap Orang yang Tidak Taat
- 87: Orang yang Mengenal Allah s.w.t
- 88: Harapan dan Angan-angan
- 89: Tujuan Orang Arifbillah
- 90–92: Qabadh dan Basath
- 93 & 94: Hikmat pada Pemberian dan Penolakan
- 95: Alam pada Zahirnya dan Batinnya
- 96: Kemuliaan yang Kekal Abadi
- 97: Perjalanan yang Hakiki
- 98: Penolakan Allah s.w.t Lebih Baik Daripada Pemberian Makhluk
- 99–101: Amal, Taat dan Balasan Allah s.w.t
- 102: Allah s.w.t Ditaati kerana Sifat-sifat Ketuhanan-Nya
- 103 & 104: Pemberian dan Penolakan Memperkenalkan Allah s.w.t
- 105 & 106: Jalan kepada Allah s.w.t
- 107 & 108: Nikmat Penciptaan dan Nikmat Susulan
- 109 & 110: Hamba Berhajat kepada Tuhan
- 111: Uns (Jinak Hati dengan Allah S.w.t)
- 112: Keizinan Meminta Tanda akan Mendapat Kurnia
- 113: Orang Arif Berhajat kepada Allah s.w.t
- 114: Nur Sifat Allah s.w.t Menerangi Rahsia Hati
- 115 & 116: Takdir adalah Ujian Allah s.w.t
- 117: Hawa Nafsu dan Kesamaran Jalan
- 118: Sifat Kewalian Ditutup Daripada Pandangan Umum
- 119: Perhatikan Kewajipan bukan Permintaan
- 120: Zahir Bersyariat dan Batin Beriman
- 121: Kekeramatan bukan Jaminan Kesempurnaan
- 122: Pelihara Wirid Selama ada Hayat
- 123: Warid dan Nur Ilahi
- 124: Sikap Orang Lalai dan Orang Berakal
- 125: Abid dan Zahid yang Belum Mencapai Keteguhan Hati
- 126 & 127: Kerinduan untuk Melihat Allah s.w.t